
KABAR SRIKANDI, BLORA – Bantuan air bersih kembali digelontorkan ke wilayah yang dilanda kekeringan di Kabupaten Blora.
Kondisi tersebut mendorong Ketua Komisi C DPRD Blora, M. Mukhlisin atau akrab disapa Gus Sin, meminta penanganan kekeringan tidak hanya berhenti pada distribusi air, tetapi juga dibarengi pencarian sumber air yang mampu memenuhi kebutuhan warga secara berkelanjutan.
“Saat ini kami melakukan droping air bersih di daerah pemilihan (Dapil) kami, khususnya Kecamatan Banjarejo dan Kecamatan Ngawen, setelah menerima permintaan dari masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air,” kata Gus Sin, Rabu (16/9).
Politisi PKB Dapil V tersebut mengungkapkan, distribusi air bersih dilakukan rutin setiap tahun menyesuaikan kebutuhan dan permintaan masyarakat. Untuk bulan September ini, pihaknya menargetkan penyaluran sebanyak 10 tangki air bersih.
Kendala Armada
Namun, penyaluran tersebut masih menghadapi kendala armada. Keterbatasan kendaraan membuat distribusi harus dilakukan secara bergiliran, sehingga tidak seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dalam waktu bersamaan.
Gus Sin menilai, persoalan kekeringan juga perlu dilihat dari sisi ketersediaan sumber air. Ia menyoroti sejumlah program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang belum seluruhnya menghasilkan sumber air maksimal saat musim kemarau.
“Kalau kita melihat dulu banyak program Pamsimas yang tidak tepat sasaran. Artinya, desa penerima manfaat tidak mencari titik sumber yang besar,” ujarnya.
Akibatnya, sumber air yang tersedia tidak mampu bertahan lama ketika kemarau panjang, sehingga kebutuhan masyarakat kembali bergantung pada droping air bersih.
Atas kondisi itu, Gus Sin mendorong pemerintah desa untuk memperbanyak pencarian dan pengembangan sumber air baru. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kemarau yang lebih panjang.
“Blora terkenal yang sulit air bersih,” keluhnya.
Ia juga mengakui efisiensi anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu kendala dalam mengoptimalkan penanganan kebutuhan air bersih.
“Saya dengar dari Kodim ada anggaran untuk pencarian sumber air baru, makanya dalam kondisi seperti ini agar bisa mencari sumber air yang bisa kontinyu,” pintanya.
Lebih lanjut, Gus Sin berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora mendapat dukungan anggaran yang lebih memadai untuk menghadapi kekeringan.
“BPBD harus selalu droping air di daerah-daerah kekeringan yang membutuhkan air bersih sebelum ditemukan sumber air baru,” pungkasnya.(wien)





