
KABAR SRIKANDI, BLORA– Terik matahari dan musim kemarau panjang kembali menghadirkan duka bagi warga di pelosok Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di tengah kesulitan itu, kepedulian datang dari Senayan.
Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora), Eva Monalisa, menegaskan komitmennya agar warga tidak berjuang sendirian menghadapi krisis air bersih.
Saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Kamis (17/9), Eva menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi geografis Blora yang langganan kekeringan. Baginya, persoalan air bukan sekadar logistik, melainkan soal harga diri dan kelangsungan hidup.
“Bantuan 200 tangki air bersih ke 14 kecamatan di Kabupaten Blora ini kami dorong sebagai bentuk kepedulian dan respon nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Air bersih bukan sekadar bantuan, tetapi kebutuhan dasar dan hak masyarakat. Jangan sampai ada warga yang kesulitan mendapatkan air untuk minum, memasak, maupun kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujar Eva Monalisa.
Namun, ia tidak ingin persoalan air hanya diselesaikan dengan pola tambal sulam. Distribusi air, kata dia, hanya solusi darurat.
“Kedepan kita harus mendorong solusi yang lebih permanen melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur air bersih. Jaringan distribusi, embung, serta pengelolaan air yang berkelanjutan. Air bersih harus hadir sampai ke rumah-rumah warga, bukan hanya ketika terjadi krisis,” harapnya.
Harapan Warga
Di Desa Karanggeneng, salah satu wilayah yang terdampak paling parah, tetesan air bantuan itu terasa seperti oase. Cuk Suwartono yang mewakili pemerintah desa mengaku warga di RT 1, 2, 3, dan 4 sangat bergantung pada pasokan bantuan.
“Jadi bantuan air bersih ini sangat membantu warga kami karena khususnya di RT 1, 2, 3, dan 4 Desa Karanggeneng ini sangat membutuhkan air. Jadi air bersih ini sangat-sangat dibutuhkan warga,” ucap Cuk Suwartono dengan mata berkaca-kaca.
Ia pun menyampaikan terima kasih.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih sekali kepada Bu Eva, sukses untuk Bu Eva, sehat selalu untuk Bu Eva,” ungkapnya.
Tak hanya soal air, Cuk juga menitipkan harapan untuk pelaku UMKM di desanya.
“Di Karanggeneng ini ada banyak pengrajin atau industri makanan olahan, makanan ringan. Ada satu dua tiga warga yang punya kegiatan UMKM. Mungkin bisa dibantu oleh Bu Eva,” pintanya.
Menanggapi hal tersebut, Eva Monalisa yang diwakili Muchammad Ali Uddin menyampaikan pihaknya akan terus mengawal aspirasi masyarakat.
“Yang penting persoalan air bersih menjadi perhatian bersama agar ke depan masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan ketika musim kemarau datang. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama,” pungkas M. Ali Uddin.(wien)





