
KABAR SRIKANDI, BLORA – TK Panti Asih Desa Banjarejo Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora mendapat bantuan program revitalisasi satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Program dengan anggaran Rp1,093 miliar tersebut kini memasuki tahap akhir pengerjaan dengan progres mencapai 90 persen.
Kepala TK Panti Asih Melisa Martha Lucky S.Pd, menjelaskan bahwa bantuan revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi dua ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan ruang UKS, pembangunan APE luar, serta rehabilitasi ruang UKS, ruang admin. Selain itu, fasilitas toilet juga ditata menjadi tiga unit, terdiri dari dua toilet siswa dan satu toilet guru.
Menurut Luki, bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah yang sebelumnya memiliki keterbatasan ruang belajar. Jumlah siswa yang cukup banyak yakni 65 orang siswa tidak sebanding dengan ketersediaan ruangan, sehingga kegiatan belajar mengajar belum bisa berjalan secara maksimal.
“Setelah mendapat program revitalisasi ini, kami berharap kegiatan belajar mengajar bisa lebih maksimal. Sebelumnya sarana dan prasarana kami terbatas, tetapi sekarang anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” ujar Luki.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora atas perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam peningkatan fasilitas sekolah. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para pendidik untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik.

Khodri Pelaksana pembangunan mengatakan, pekerjaan dimulai pada 3 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 90 persen dan dikerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB) serta gambar teknis yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, sejak awal hingga sekarang tidak ada kendala berarti. Pembangunan berjalan sesuai rencana, material sesuai spesifikasi, dan para pekerja juga bekerja dengan lancar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan tersebut turut melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar, termasuk beberapa orang tua siswa. Pelibatan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekaligus mendukung kelancaran pembangunan fasilitas pendidikan.
Sementara itu, Tin, salah satu wali murid TK Panti Asih, mengaku senang melihat perubahan fasilitas sekolah. Ia berharap bangunan yang lebih baik dapat menunjang kegiatan belajar mengajar dan membuat anak-anak semakin nyaman saat berada di sekolah.
“Senang sekali melihat sekolah menjadi bagus. Semoga fasilitas ini bisa menunjang guru dalam mengajar dan membuat anak-anak lebih nyaman belajar. Harapan kami, TK Panti Asih semakin maju serta menghasilkan murid-murid yang pintar dan saleh,” ungkap Tin.
Dengan adanya program revitalisasi ini, TK Panti Asih diharapkan memiliki sarana pendidikan yang lebih memadai sehingga kualitas pembelajaran meningkat dan kebutuhan siswa dapat terlayani dengan lebih baik.(wien)




