
KABAR SRIKANDI, BLORA – Wakil Kepala BGN, Mayjen (Purn) Trenggono, mencopot Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Tunjungan dan menyuspend permanen dapur tersebut. Sanksi diberikan saat sidak Jumat (11/9) karena dapur ini diduga penyebab keracunan pelajar di Tunjungan.
Sidak didampingi Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini, Wakil Ketua DPRD Lanova Candra Tirtaka, Dandim 0721/Blora Yudhi Agus Setiyanto, Dinkes dan Forkopimcam Tunjungan.
Saat evaluasi di dalam dapur, Koordinator SPPG Blora Artika Diannita hadir. Kepala Dapur Afif Djaelani dan pemilik SPPG Wasono Basuki hanya diam saat ditegur Wakil Kepala BGN.
Wakil Kepala BGN menyebut dapur tidak layak dan langgar SOP.
“Saya lihat dapurnya sangat tidak layak, cukup jelek dan banyak SOP tidak dilaksanakan. Kita suspend berat hingga suspend permanen. Setelah investigasi 30 hari, langsung suspend permanen. Kepala dapurnya kita copot karena tidak patuh SOP,” tegas Trenggono.
Trenggono berterima kasih kepada Pemkab Blora yang cepat tangani korban.
“Terimakasih Pak Bupati dan Bu Wakil Bupati selaku Ketua Satgas. Alhamdulillah semua korban mulai membaik, tinggal beberapa di rumah sakit dan berangsur pulih,” ujarnya.
Soal pidana, ia masih menunggu hasil lab.
“Kita lihat apakah ada kesengajaan. Kalau ada unsur pidana, akan kita tindak,” katanya.
Bupati Arief Rohman berterima kasih atas sidak tersebut.
“Terimakasih Pak Wakil Kepala BGN yang sudah hadir dan beri teguran keras. Semoga jadi pembelajaran untuk semua SPPG. Kita tidak ingin kejadian ini terulang,” kata Bupati.
Keracunan terjadi Senin (7/9) setelah ratusan siswa SMAN 1 Tunjungan makan menu MBG dari SPPG Sukorejo 2. Mereka mules dan diare. Menu saat itu nasi ayam woku, tumis brokoli, lalapan, sambal dan apel.(wien/*)





