
KABAR SRIKANDI, BLORA– Cairnya Dana Desa (DD) tahap II mulai menggerakkan kembali mesin pembangunan di 158 Desa sekabupaten Blora. Memasuki musim hujan dan kendala teknis sistem earmark, pemerintah daerah bersama Dinas PMD menegaskan komitmen: tak boleh ada pembangunan yang berhenti di tengah jalan.
Dana yang mulai mengalir ini menjadi bahan bakar baru bagi desa untuk menuntaskan program infrastruktur, sosial, dan pemberdayaan masyarakat hingga anggaran akhir tahun.
Yayuk Windrati Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora menjelaskan, permasalahan pada sistem menjadi penyebab utama keterlambatan pencairan di sejumlah desa.
“Untuk Dana Desa tahap 2, sekarang baru proses pencairan, ada gangguan pada earmark. Adanya penolakan dari sistem bukan disebabkan oleh kesalahan pengiriman data, melainkan karena informasi baru diterima setelah data diinput,” kata Yayuk, di kantornya baru-baru ini.
Menurutnya, Dinas PMD terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses pencairan segera selesai.
Yayuk menegaskan, percepatan sangat diperlukan mengingat musim hujan sudah tiba, sehingga kegiatan pembangunan fisik di desa tidak terhambat.
“Kami terus berkoordinasi untuk menangani permasalahan pada sistem earmark, agar proses penyaluran bisa segera rampung. Sekarang sudah masuk musim hujan, semoga bisa segera cair semua agar tidak ada kendala di lapangan,” ujarnya.
Himbauan Pemda Untuk Desa
Pemerintah daerah juga mengimbau desa-desa yang belum mencairkan dana agar segera melengkapi dokumen dan melakukan validasi ulang agar tidak menghambat program kerja, terutama untuk kegiatan fisik dan pelayanan masyarakat.
Pencairan tahap kedua ini menjadi momentum penting bagi desa-desa di Blora. Selain menjaga kelancaran program pembangunan, dana tersebut juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Dengan aliran dana yang mulai lancar, berbagai kegiatan pemberdayaan, infrastruktur lingkungan, dan layanan dasar masyarakat diharapkan dapat kembali berjalan optimal.
Pemerintah Kabupaten Blora menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pencairan Dana Desa agar seluruh desa dapat menerima haknya sesuai jadwal. Yayuk berharap desa-desa yang belum cair dapat segera menyusul, sehingga pelaksanaan program desa dapat selesai tepat waktu dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.(*)





